Indonesia Hebat
Selasa, 27 Oktober 2009 06:16
|
|
Penemu Teknologi Baru dalam Telepon Bergerak Berbasis Satelit
Berbekal keahliannya di bidang telekomunikasi satelit, ia menghasilkan teknologi sekaligus produk baru yang belum ada di pasaran dunia. Inovasi Adi memungkinkan komunikasi lewat telepon genggam bisa dilakukan di mana saja. Ketika jaringan kabel belum menjangkau dan telepon seluler konvensional kehilangan sinyal, sistem telekomunikasi temuannya tetap “on”.
“Selama di atas kepala terlihat langit, komunikasi lewat telepon genggam bisa dilakukan”, kata Adi, Chief Executive Officer & President Director PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN), yang juga menduduki jabatan yang sama di Asia Cellular Satelite (ACeS). Alat telekomunikasi bebas blank spot dan irit tempat ini dimungkinkan berkat ide memasang satelit telekomunikasi di orbit geostationer. Di lintasan imajiner yang letaknya 36.000 km di atas permukaan bumi itulah, Adi menempatkan satelit Garuda 1. Satelit gagasannya itu berbobot 4,5 ton yang dilengkapi dua antena payung kembar selebar 12 meter dan mampu menjangkau sepertiga kawasan dunia. Karena ukurannya cukup besar, intensitas pancaran sinyalnya juga cukup besar.
Peluncuran satelit sipil terbesar di dunia pada Februari 2000 itu kontan membuat ciut para operator telepon satelit dunia. Ketika itu, bisa dibilang, seluruh satelit telekomunikasi dunia diluncurkan di orbit rendah (600 – 1.000 km) dan menengah (7.000 – 10.000 km). Daya jangkau satelit-satelit itu terbatas. Agar dapat meliput satu belahan dunia butuh sekitar 60 satelit berorbit rendah atau 12 satelit berorbit menengah. Kelemahan lain pengoperasian sistem telekomunikasi satelit pada telepon bergerak ketika itu adalah pesawatnya yang tidak praktis. Perangkat telepon bergerak yang bisa digunakan untuk berkomunikasi via satelit ukurannya lumayan besar, hampir sebesar kopor traveling. Untuk mengoperasikannya juga perlu stasiun bumi, berupa antena parabola berdiameter satu meter.
Terobosan yang dilakukan Adi tak hanya memperluas cakupan satelit, juga memperkecil dimensi pesawat telepon bergerak berbasis satelit ini. Dengan daya pancar 10 kw, sinyal Garuda 1 bisa diterima dengan pesawat telepon genggam yang sekaligus merupakan stasiun bumi. ”Inilah stasiun bumi terkecil dan termurah yang pernah dibuat manusia”, ujar Adi sambil menunjukkan telepon genggam Ericsson R190. Jaringan telepon satelit yang berinduk ke Garuda 1 itu kemudian dikemas dengan merek dagang Byru.
Cara kerja telepon ini sangat bergantung pada Garuda 1, yang dikendalikan fasilitas pengontrol satelit di pulau Batam. Di situ juga dibangun pusat kendali jaringan (network control center – NCC), yakni pengatur arus percakapan dengan panel pengaturnya. Garuda 1 mampu melayani 22.000 pembicaraan pada saat bersamaan. Selain itu, dibangun pula sebuah pintu gerbang (gateway) yang berfungsi sebagai operator lokal. Dengan Byru, pelanggan bisa menghubungi sesama telepon satelit, ke telepon GSM serta ke telepon rumah. Tiap permintaan sambungan akan dilakukan melalui satelit. Permintaan itu dianalisis oleh NCC Batam, untuk menentukan identitas penelepon dan menentukan gateway mana yang cocok dengan tujuan panggilan. Setelah itu, permintaan sambungan akan diteruskan ke telepon tujuan. Pembicaraan pun berlangsung. Semua proses itu berjalan sangat cepat, hanya dalam hitungan detik
Baca selengkapnya di : http://www.jaist.ac.jp |
|
Sang Penemu 23 Kromosom dari Indonesia |
|
|
|
Indonesia Hebat
Minggu, 18 Oktober 2009 03:36
|
|
Barulah 34 tahun setelah ‘tragedi’ pengebirian oleh Painter, ilmuwan menemukan cara untuk memastikan bahwa jumlah kromosom manusia hanya ada 23, bukan 24. Adalah Joe-Hin Tjio yang bermitra dengan Albert Levan di Spanyol menemukan teknik yang lebih baik untuk mendapatkan jumlah 23 pasang kromosom manusia. Bahkan ketika mereka menghitung ulang gambar eksperimen terdahulu yang menyebutkan bahwa jumlahnya ada 24, mereka mendapati hanya ada 23. Benar-benar aneh, mata siapa yang bisa error begini?
Dan memang kenyataan bahwa manusia hanya memiliki 23 pasang kromosom dianggap aneh dan mengejutkan. Pasalnya, simpanse, orang utan dan gorila, yang kandungan genetiknya mirip dengan manusia memiliki 24 pasang kromosom. Jadi kromosom manusia ini lain daripada bangsa ungka (ape) yang lain. Dan usut punya usut, ternyata ada dua kromosom pada gorila yang jika digabungkan ukurannya akan mirip dengan kromosom 2 pada manusia. Sungguh ajaib memang, perbedaan yang ‘kecil’ ini ditambah sedikit keragaman antara gen-gen manusia dan gorila, membuat ‘penampakan’ keduanya jauh berbeda.
Oh ya, kembali ke sang penemu 23 pasang kromosom pada manusia, salah satunya, yaitu Joe-Hin Tjio, adalah orang Indonesia.
Baca selengkapnya di : http://sciencebiotech.net |
|
Penemu Fondasi Sarang Laba-laba |
|
|
|
Indonesia Hebat
Minggu, 18 Oktober 2009 03:24
|
|
Insinyur Sutjipto, penemu teknik fondasi sarang laba-laba, ini lebih populer sebagai politisi ketimbang bidang konstruksi keahliannya. Nama pria kelahiran Trenggalek ini mencuat kepermukaan saat terjadinya konflik dalam tubuh PDI Jawa Timur. Sutjipto memilih mendukung DPP PDI pimpinan Megawati Soekarnoputri. Pilihan ini mengantarkannya menjabat Sekjen PDI-P dan Wakil Ketua MPR.
Baca selengkapnya di : http://www.tokohindonesia.com |
|
Prestasi Dunia Anak Bangsa |
|
|
|
Indonesia Hebat
Minggu, 18 Oktober 2009 03:24
|
|
Salah satunya adalah Stefano Chiesa Suryanto, pelajar kelas 5 SD Santa Theresia Jakarta Pusat ini memiliki prestasi yang luar biasa. Prestasi paling gemilang adalah saat ia berhasil memperoleh medali emas dan mendapat penghargaan The Best Theory dalam Olympiade matematika untuk tingkat Sekolah Dasar tahun 2007. Yang lebih membanggakan Stefano merupakan peserta termuda dan berhasil meraih medali emas sekaligus mendapatkan nilai tertinggi.
Piala - piala ini dan penghargaan dalam bentuk medali serta piagam ternyata baru sebagian saja dari sejumlah penghargaan yang diperolehnya. Stefano mulai mengukir prestasi sejak kelas 3 SD ketika mengikuti kompetisi matematika terbuka tahun 2005 dan berhasil menjadi juara I.
Baca selengkapnya di : http://www.indosiar.com |
Indonesia Hebat
Minggu, 18 Oktober 2009 03:19
|
|
Harus bangga nih jadi bangsa Indonesia, banyak juga temuan yg dihasilkan :
1. Abdul Jamil Ridho & Niti Soedigdo - Penemu Varietas Unggul Singkong Raksasa 2. Adi Rahman Adiwoso - Penemu Teknologi Baru dalam Telepon Bergerak Berbasis Satelit 3. Alexander Kawilarang - Penemu Kapal Ikan Bersirip 4. Andrias Wiji Setio Pamuji - Penemu Reaktor Biogas 5. Arief Mulyana Djumra - Penemu Pemacu Produktifitas dan Kualitas Udang dan Ikan 6. Aryadi Suwono & Tim Peneliti ITB - Penemu Bahan Pendingin Baru yang Lebih Hemat Energi 7. Ayub S. Parnata - Penemu Bakteri Kompos Organik 8. Bacharuddin Jusuf Habibie - Penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie (Teknologi Pesawat Terbang) 9. Budi Noviantoro - Penemu Klip Penambat Bantalan Kereta Api dengan Dua Gigi 10. Dani Hilman Natawijaya - Penemu Indikator Alam (Terumbu Karang) terhadap Siklus Gempa
Baca selengkapnya di : http://slikers.blogspot.com |
Indonesia Hebat
Jumat, 02 Oktober 2009 00:00
|
|
Pernah dengar Indonesia mendapatkan Mobile Device Award di ajang internasional, Imagine Cup 2009 di Kairo, Mesir? Yup, perwakilan Indonesia yang timnya berasal dari mahasiswa ITB, yaitu tim Big Bang, berhasil mendapatkan salah satu penghargaan Mobile Device Award bersama 2 Negara lain, yaitu Brazil dan Croatia. Tim Big Bang berhasil menyingkirkan sekitar 300.000 tim yang terdaftar dari 142 negara! Waaww, hebat bukan?! Tim Big Bang berhasil memukau para juri dengan project mereka yang berjudul MOSES : “Malaria Observation System and Endemic Surveillance”. Aplikasi ini menggabungkan teknologi client runtime dengan aplikasi di PDA untuk melakukan diagnosid dan analisis terhadap pasien yang diduga terkena malaria secara cepat.
Baca lebih lengkap di : http://blog.beswandjarum.com |
|
Prestasi Luar Biasa Siswa Indonesia |
|
|
|
Indonesia Hebat
Kamis, 30 April 2009 00:00
|
|
Kompetisi internasional terbaru membuktikan, siswa-siswa Indonesia itu piawai melakukan penelitian ilmiah!
Pada ajang ICYS (International Conference for Young Scientist) di Pszczyna, Polandia, 24-29 April 2009, tim Indonesia berhasil mendapatkan 6 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Semua medali itu, berasal dari bidang fisika, komputer, biologi, ekologi, dan matematika.
Hasil penelitian para siswa Indonesia dinilai sangat menarik. Lihatlah penelitian Guinandra Luftan Jatikusumo (SMA Taruna Nusantara). Penelitiannya berjudul "Menghilangkan Asap dan Debu dari Tank Perang". Sementara itu, penelitian Jessica Karli (SMA Cita Hati) berjudul "Durian untuk Membasmi Nyamuk". Jangan lupakan penelitian Gabriella Alicia Kosasih (SMA St. Laurensia), yang berjudul "Sacharomyches Sp: Agen untuk Memperbaiki Polusi Minyak".
Baca lebih lengkap di : http://www.andriewongso.com |
|
Arief Budi Witarto, Insinyur Protein yang Sarat Prestasi |
|
|
|
Indonesia Hebat
Rabu, 04 Maret 2009 00:00
|
|
Melihat penampilannya yang santai dengan pakaian kasual, siapa menyangka kalau Arief Budi Witarto adalah peneliti yang sarat prestasi dan penghargaan. Peneliti yang baru berusia 38 tahun ini, antara lain, menciptakan protein baru untuk alat pengukur gula darah. Saat ini hampir semua alat pengukur gula darah -biasa dimiliki pengidap diabetes mellitus- yang beredar di dunia, memanfaatkan protein baru yang dikembangkan oleh enzim PQQ glucose dehydrogenase ini.
Protein tersebut merupakan ‘jantung’ alat pengukur gula darah, karena ia akan mengubah gula darah menjadi sinyal elektronik, sehingga kadar gula darah seseorang dapat terbaca. Protein ini dikemas dalam secarik kertas yang disebut test strip. Protein ini memang bukan temuan doktor lulusan Department of Biotechnology, Graduate School of Technology, Tokyo University of Agriculture and Technology, Toky, Jepang (tahun 2000) ini sendiri, melainkan hasil kerja sekelompok peneliti di Tokyo University of Agriculture and Technology pimpinan Prof. Sode.
Namun begitu, kelahiran Lahat, 12 Mei 1971 ini adalah bagian penting dalam penelitian yang berlangsung selama tujuh tahun itu. Arief terlibat selama lima tahun hingga penelitian tersebut menghasilkan temuan final. Karena prestasinya tersebut, Arief antara lain mendapatkan Outstanding Research Award dari Institute for Science and Technology Studies, Jepang (2001).
Baca lebih lengkap di : http://sdm-iptek.org/ |
|
Kreatifitas Robotik Siswa Indonesia Raih Prestasi Membanggakan di International Robotic Olympiad (IRO) 2008 |
|
|
|
Indonesia Hebat
Selasa, 23 Desember 2008 00:00
|
|
Tim robotik dari Indonesia yang mengikuti Olimpiade Robot Internasional (International Robotic Olympiad/ IRO) di Kuala Lumpur Malaysia meraih prestasi membanggakan yang mengharumkan nama Indonesia.
Perolehan penghargaan yang diraih Tim Indonesia pada IRO 2008 adalah 1 Silver Medal dan 11 Award. Prestasi ini tentu sangat membanggakan karena merupakan keiikutsertaan Indonesia untuk yang pertama kali di ajang ini. Dalam kesempatan tersebut, Tim Indonesia mengirimkan 43 pelajar dari SD Victoria Plus Bekasi, SMPK dan SMAK PENABUR Gading Serpong Tangerang, SMP dan SMA Tri Mulia Bandung, SMAN 28 Jakarta, dan SMA Muhammadiyah Sidoarjo.
baca lebih lengkap di : http://www.bpkpenabur.or.id |
|
Prestasi Anak Bangsa Indonesia |
|
|
|
Indonesia Hebat
Rabu, 23 Juli 2008 00:00
|
|
Daftar Prestasi Anak bangsa Indonesia :
IMO (International Mathematics Olympiad) RI Raih Perak, Perunggu Olimpiade Matematika Internasional
Tim Olimpiade Matematika Indonesia meraih medali perak,dan dua perunggu serta dua penghargaan "honorable mention" pada International Mathematics Olympiad (IMO 2008) yang berlangsung di Madrid dari tanggal 10 hingga 22 Juli. Pelajar Indonesia yang kembali menggoreskan prestasi pada kejuaraan Internasional Olimpiade Matematika adalah Andres Dwi Maryanto dari SMAK Kolose St. Yusuf Malang yang meraih medali perak, kata Allen Simarmata, Pelaksana Pensosbud KBRI Madrid, kepada ANTARA London, Rabu. Dikatakan, selain itu tim olimpiade Indonesia juga mempersembahkan dua medali perunggu masing-masing oleh Aldrian Olbaja dari SMAK 1 BPK Bandung dan Fahmy Fuady dari SMA Pribadi Bandung.Selain itu Indonesia juga memperoleh dua penghargaan honourable mention yang diterima Joseph Andreas dari SMAK BPK Penabur Jakarta dan Saadah Sajana Carita dari SMA Semesta Semarang.Dikatakannya dengan prestasi yang diraih pelajar Indonesia pada IMO 2008 ini ranking Indonesia di tingkat olimpiade Matematika keseluruhan naik, dari posisi ranking 52 menjadi ranking ke 36 dunia.
Baca Lebih lengkap di : http://luxsman.blogspot.com |
|
Prestasi Anak Bangsa di Ajang Olimpiade Kimia ke-35 di Athena |
|
|
|
Indonesia Hebat
Selasa, 15 Juli 2003 00:00
|
|
Inilah salah satu prestasi Indonesia di bidang ilmu pengetahuan yaitu di olimpiade kimia (IChO), telah diselenggarakan di Athena, Yunani dari tanggal 5 sampai 14 Juli 2003 yang baru saja lalu. Tim dari Indonesia yang diwakili oleh Ari Yustisia Akbar, Cipto Liusman, Damar Yoga Kusuma dan Teddy Salim berhasil memperoleh 1 medali perak dan 3 perunggu. Suatu prestasi yang sangat membanggakan, karena tim olimpiade kimia Indonesia ini berhasil mencatat prestasi yang lebih baik dari negara-negara yang notabene perkembangan ilmu kimianya lebih maju, seperti Jepang, Amerika, maupun Belanda.
Baca lebih lengkap di : http://www.chem-is-try.org |
|
|